Bacaan: Roma 8:31-39
Never Walk Alone
Salah satu klub sepakbola terkenal dari Inggris, Liverpool, memiliki slogan yang berbunyi: "You will never walk alone". Tidak jelas alasan pemilihan slogan itu. Yang pasti, slogan ini punya makna yang luar biasa. Slogan ini seakan memberikan kekuatan, semangat, dan kepastian bahwa seberat apa pun beban yang dihadapi, sekuat apa pun badai yang dilalui, sesusah apa pun persoalan yang mesti diselesaikan, tidak ada seorang pun yang akan berjalan sendiri sebab ada orang lain yang akan menyertainya.
Hidup yang kita jalani saat ini bukanlah hidup yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, persoalan yang harus diselesaikan, pergumulan yang harus dijalani, dan pencobaan yang harus dimenangkan. Tentu saja, hidup ini juga tidak berwarna kelam terus. Ada juga kesempatan yang dapat diraih, peluang yang dapat diambil, kegembiraan dan kesenangan yang dapat dinikmati, dan anugerah yang patut disyukuri. Hanya saja, ketika kita harus menghadapi kekelaman hidup, kadang-kadang kita merasa sendiri. Orang lain menjauh, bahkan keluarga sendiri tidak peduli.
Firman Tuhan memberi kita kekuatan dengan menegaskan bahwa tidak ada satu hal pun di dalam dunia ini yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Ini artinya, apa pun yang sedang kita hadapi sekarang, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai kita. Dia memberikan kekuatan dan kelegaan, kelepasan dan kedamaian. Oleh karena itu, bersandarlah selalu kepada-Nya. --Adama Sihite/Renungan Harian
* * *
Bersama dengan Kristus,
kita tidak akan pernah lagi berjalan seorang diri.
Bacaan Setahun: Imamat 4-6
Nats: ... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:39)
Never Walk Alone
Salah satu klub sepakbola terkenal dari Inggris, Liverpool, memiliki slogan yang berbunyi: "You will never walk alone". Tidak jelas alasan pemilihan slogan itu. Yang pasti, slogan ini punya makna yang luar biasa. Slogan ini seakan memberikan kekuatan, semangat, dan kepastian bahwa seberat apa pun beban yang dihadapi, sekuat apa pun badai yang dilalui, sesusah apa pun persoalan yang mesti diselesaikan, tidak ada seorang pun yang akan berjalan sendiri sebab ada orang lain yang akan menyertainya.
Hidup yang kita jalani saat ini bukanlah hidup yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, persoalan yang harus diselesaikan, pergumulan yang harus dijalani, dan pencobaan yang harus dimenangkan. Tentu saja, hidup ini juga tidak berwarna kelam terus. Ada juga kesempatan yang dapat diraih, peluang yang dapat diambil, kegembiraan dan kesenangan yang dapat dinikmati, dan anugerah yang patut disyukuri. Hanya saja, ketika kita harus menghadapi kekelaman hidup, kadang-kadang kita merasa sendiri. Orang lain menjauh, bahkan keluarga sendiri tidak peduli.
Firman Tuhan memberi kita kekuatan dengan menegaskan bahwa tidak ada satu hal pun di dalam dunia ini yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Ini artinya, apa pun yang sedang kita hadapi sekarang, Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai kita. Dia memberikan kekuatan dan kelegaan, kelepasan dan kedamaian. Oleh karena itu, bersandarlah selalu kepada-Nya. --Adama Sihite/Renungan Harian
Bersama dengan Kristus,
kita tidak akan pernah lagi berjalan seorang diri.
SABAR MENANTI WAKTU TUHAN TIBA
Saudaraku, satu hal yang harus terus
kita ingat dan percaya bahwa, Allah tidak lalai menepati janji-Nya,
dimana Ia akan datang kembali dan membawa orang-orang percaya yang hidup
sungguh-sungguh mengasihi Dia, ke tempat dimana Ia berada, dan sebagai
orang percaya kita tahu kalau tempat dimana Allah berada itu adalah,
sorga yang kekal.
Saya katakan kita harus ingat dan
percaya, sebab yang berjanji bukan manusia, tetapi yang berjanji adalah
Allah sendiri di dalam Tuhan Yesus Kristus, bahwa ia akan datang kembali
untuk membawa kita semua yang percaya kepada-Nya ke sorga.
Mari kita lihat apa yang dikatakan Tuhan Yesus, seperti yang ditulis di dalam;
Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu. 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan
telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa
kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”
Dari kebenaran ini kita tahu bahwa di
dalam Tuhan, kita memiliki pengharapan, yaitu saat kita sungguh-sungguh
percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita pasti akan
diselamatkan di dalam Dia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”
Jadi dalam segala keadaan hidup yang
kita hadapi saat ini, kita tidak perlu gelisah, apalagi takut. Tuhan
katakan jangalah gelisah hatimu, karena Ia tahu benar bahwa orang yang
gelisah hatinya pasti karena ada ketakutan di dalam dirinya.
Janji keselamatan itu telah kita terima, dimana Tuhan katakan, “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”
artinya kalau saat ini, Tuhan belum juga datang untuk menjemput kita
sebagai orang percya, buka berarti Tuhan tidak menepati janji-Nya. Sebab
janji Tuhan itu adalah “ya dan Amin” artinya pasti di genapi.
Persoalannya adalah, selama kita
menanti-nantikan Tuhan, kita harus tetap menjaga hati dan pikiran kita,
bahkan seluruh gerak hidup kita agar tetap ditemukan layak dan berkenan
di hadapan Tuhan.
Renungan Minggu : Sabar Menanti Waktu Tuhan Tiba | Renunganhariini.com
Kenapa saya katakan, kita harus tetap menjaga hati dan pikiran kita?.
Sebab, saat ini kita masih hidup di
dunia, dimana kuasa kegelapan akan berjuang untuk mengisi hati dan
pikiran kita dengan berbagai keinginan-keinginan yang terlihat begitu
menyenangkan untuk dinikmati saat ini.
Itulah yang membuat, saat ini ada begitu
banyak orang percaya pada akhirnya tergoda dengan apa yang dunia
tawarkan, sehingga fokus hidup mereka telah ditujukan kepada tawaran
dunia yang bisa mereka lihat dengan mata jasmani dan yang bisa dinikmati
saat ini. Dan hal itulah yang membuat fokus hidup mereka untuk tetap
menanti-nantikan Tuhan menjadi sirnah.
Saudaraku, kita harus tetap menyadari
bahwa selama kita masih hidup di dunia ini, persoalan akan tetap ada,
dan bahkan tidak pernah berhenti. Terkadang persoalan-persoalan hidup
yang kita hadapi akan membuat kita seolah-olah tidak mampu untuk
bertahan lagi. Namun apapun yang terjadi, kita harus tetap ingat bahwa
kita adalah orang-orang yang punya pengharapan di dalam Kristus. Itulah
kenapa firman Tuhan katakan di dalam;
Roma 12 :12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Dari kebenaran ini, ada tiga hal penting
yang perlu kita ingat, dan itu harus kita lakukan selama kita masih
hidup di dunia ini, selama Tuhan belum datang, kita harus tetap kuat
untuk bertahan.
-
Bersukacitalah Dalam Pengharapan
Kalau dikatakan, bersukacitalah dalam
pengharapan, artinya, di dalam segala keadaan hidup, kita harus tetap
melihat kepada pengharapan kita kepada Tuhan. Dan pengharapan kepada
Tuhan itu tidak akan pernah menjadi sia-sia.
Jadi sekalipun keadaan hidup ini selalu
membuat kita merasa tidak mampu, kita tahu bahwa keadaan yang sedang
kita alami, tidak akan selamanya seperti itu, karena kita punya
pengharapan.
Kalau kita tahu bahwa kita punya
pengharapan di dalam Kristus Yesus Tuhan, maka kita harus tetap menjaga
seluruh hidup kita, supaya tetap suci dan kudus dihadapan Tuhan, supaya
kita tetap berkenan kepada-Nya. Firman Tuhan katakan di dalam;
I Yohanes 3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Pengharapan di dalam Tuhan itulah yang
membuat kita tetap bisa bersukacita. Sebab kita tahu bahwa suatu saat
nanti kita akan tinggal bersama-sama dengan Tuhan di dalam Kerajaan-Nya,
dan itu keindahannya tidak dapat dibandingkan dengan apapun.
-
Sabar Dalam Kesesakan
Ingat, sebelumnya saya sudah katakan
bahwa, selama kita masih hidup di dunia ini, persoalan akan tetap ada,
masalah akan tetap ada, tantangan akan tetap ada, dan itu semua sering
membuat, kita seperti tidak mampu lagi lagi untuk bertahan hidup. Namun
ingat bahwa semua itu hanya penderitaan biasa. Firman Tuhan katakan;
I Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa,
yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu
Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu
kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu
dapat menanggungnya.
Jadi semua yang terjadi dalam hidup
kita, percayalah bahwa semuanya itu dapat kita tanggung di dalam Tuhan
yang akan memberi kekuatan kepada kita.
Filipi 4 :12
Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam
segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan
rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik
dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Jadi sebagai orang percaya, kita harus
tetap sabar, sekalipun kita terjepit di dalam kesesakan, tetapi kita
tahu bahwa Tuhan akan tetap memberikan kekuatan kepada kita untuk
menghadapi semuanya, karena kita mengasihi Dia, sabar dan tetap percaya
kepada-Nya.
-
Bertekunlah Dalam Doa
Dikatakan bertekunlah dalam doa. Ini
yang seringkali kita gagal. Sebab kalau kita mau mengoreksi cara hidup
kita, maka ada begitu banyak waktu hidup kita yang terbuang hanya untuk
mengerjakan perkara-perkara yang sia-sia, sehingga kita hampir-hampir
tidak memiliki waktu untuk berdoa.
Artinya kalau kita berdoa, itu hanya
kita lakukan sebagai rutinitas saja sebagai orang kristen. Berdoa akan
kita lakukan, biasanya kalau mau makan, mau tidur, mau berangkat kerja,
atau pergi ke gereja. Hanya itu yang kita lakukan. Selebihnya lagi, kita
berdoa, kalau kita ada dalam masalah, lalu berdoa minta pertolongan
Tuhan supaya Tuhan selesaikan persoalan kita.
Sesungguhnya yang Tuhan mau bukan
seperti itu. Bertekunlah dalam doa, artinya setiap saat kita harus bisa
membangun persekutuan dengan Tuhan tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Itulah yang sering saya katakan, bahwa 24 jam waktu hidup kita harus
semuanya untuk Tuhan. Sebab doa itu adalah bercakap-cakap dengan Allah.
Orang percaya yang mau bertekun di dalam
doa, akan merasa begitu dekat dengan Tuhan, sehingga ia tidak akan
takut menghadapi apapun yang akan terjadi di dalam hidupnya, karena ia
tahu, setiap saat Tuhan ada bersama-sama dengannya dalam segala keadaan.
Orang yang mau bertekun di dalam doa,
akan selalu percaya Tuhan ada di pihak dia. Artinya persoalan tidak akan
membuat ia lemah, takut, kuatir, dan putus asa. Sebab ia sadar sungguh
seperti yang firman Tuhan katakan;
Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?.
Jadi saat kita menanti-nantikan Tuhan,
kita harus tetap bertekun di dalam doa, dan selalu mau membangun
persekutuan dengan Tuhan di dalam doa. Untuk bisa melakukannya, maka
kita harus belajar untuk menguasai diri dalam seluruh gerak, pikiran,
perasaan, hati kita, keinginan kita, perkataan kita, bahkan seluruh
tingkah laku kita.
Kita harus berjuang untuk hal yang satu
ini, karena tanda-tanda zaman ini sudah semakin nyata, dan kita tahu
bahwa waktu-Nya sudah semakin dekat. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;
I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Kalau kita tidak berjuang untuk
menguasai diri kita, maka kita akan terbawa oleh arus dunia, dan itulah
yang akan menyeret kita ke dalam kebinasaan. Oleh sebab itu, sekali lagi
kita harus tetap ingat akan hal ini;
- Apapun yang terjadi, terjadi, kita harus tetap bersukacita dalam pengharapan.
- Apapun yang terjadi, kita harus tetap sabar, sekalipun ada dalam kesesakan.
- Apapun yang terjadi, kita harus tetap bertekun dalam doa yang tiada putus-putusnya.
Kiranya kebenaran ini akan menguatkan
kita semua dan membuat kita semakin kuat dan tetap sabar menanti waktu
Tuhan tiba. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar